Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Kue Donat untuk Abdan & Abat

Abdan   : Tante Iie mau bikin kue donat lagi kaya kemarin! Abat      : Aku juga mau tante Iie. Abdan   : Ih Abat mah ganyobain donat kemarin, enak tau! Aku       : Yuk atuh yu bikin lagi, sini! dan hasilnya..... *TADAM!!!!* Maafkan ateu mu yang belum jago masak dan bikin kue ya. #Harus belajar lagi. #AdonannyaKeenceranMulu #JadiBentuknyaBulet-BuletDoang Cijaura, 22 Desember 2015 Ateu Iie (20 tahun) dan Abdan & Abat (6 tahun)

Antara Copet, dan Jilbab.

Namanya juga pasar minggu. Rame. Padet. Aku yang menggunakan tas selempang pemberian Papah jalan dibelakang. Didepanku ada Teh Zahra, Neng Adah dan Teh Mpi. Sambil asik berbincang-bincang ditengah kerimbunan orang, kita berjalan-jalan. Tangan kananku yang ku tumpukan pada tas selempang itu, tiba-tiba merasa ada yang meraba-raba. Dengan spontan, ku hentakan tangan kanan dan berbalik kebelakang. Dibelakangku terlihat ada ibu-ibu menggunakan jilbab dengan memegang tas besar di tangan kanannya merasa kaget. Ibu itu tiba-tiba membalikan badannya dan seolah melihat baju-baju. Ku lihat sleting tas ku sudah terbuka 3/4nya. Copet! Tapi aku tidak berani berteriak, Takut suudzon. Dan ketika aku menengok kebelakang lagi. Copet itu sudah pergi. Astagfirullah. Jaman sekarang. Esensi jilbab memang sudah mulai dipertanyakan. Ini tentang pembentukan kepribadian yang seharusnya dicerminkan oleh wanita berjilbab. Semakin banyak orang yang berfikir, "Belum tentu orang yang b...

Teka-Teki Silang dan Memancing.

Katanya, apa yang kamu suka adalah bentuk karaktermu. Dari dulu, kalau diajak Papah mancing, suka bingung. Apa ramenya mancing? Cuman diem, nunggu semaleman dan kepanasan. Tapi Papah kalau pulang mancing suka bawa ikan banyak, Sampe satu kulkas gak cukup. Dulu suka bingung, kenapa tiap hari harus sedia buku TTS di meja TV Papah. Papah bisa seharian ngerjain buku TTS. Dan buku-buku TTS udah banyak ketumpuk di sudut ruangan. Sekarang mulai ngerti. New York Times merilis, orang dengan hobi memancing memiliki daya analisis yang mendalam dan kritis. Dalam film  The Imitation Game  (kisah nyata), orang berintelegensi dan berintelektual tinggi di rekrut lewat lomba pengisian TTS. And it's so you, Dad. Kalau ditanya permasalahan-permasalahan, selalu dijawab singkat tapi mendalam.

Pah, Ada Salam Untukmu.

Mata yang lelah mulai terelap. Waktu itu, pukul enam sore lebih. Di bus itu hanya tersisa aku dan sepasang supir dan asistennya. Perjalanan yang singkat, nangor-bandung. Namun, hari yang melelahkan, seminggu penuh berlalu-lalang dengan tugas paper dan UAS. Masih diperjalan, setelah melepas kantuk, ku mulai tersadar bahwa perjalanan sudah melewati setengahnya. Supir : Neng, baru selesai kuliah ya? Ga takut pulang malem sendiri? Aku   : Iya a, ngga ko udah biasa. Supir : Kuliah yang bener ya, Neng. Jangan kaya saya, suka ngebohongin orang tua, uang kuliah malah dipake buat main cewe (read: pacaran) sama drugs. Jadi hasilnya kaya gini. Beda sama kaka-kaka saya yang berhasil, punya kerjaan layak. Aku   : Oh iya, a.... Supir : Pokoknya kuliah yang bener ya, Neng. Saya aja suka minder kalau ngelamar kerja gapunya ijazah sarjana. Suka dipandang sebelah mata. Aku   : Oh..... iya, a. Supir : Tuh temen saya aja (read:asisten supir) kasian harus banting tulang...